Berita Olahraga TerbaruLiga Inggris

Premier League dan Kompetisi di Inggris Resmi Dihentikan Hingga Keadaan Memungkinkan

Premier League dan Kompetisi di Inggris Resmi Dihentikan Hingga Keadaan Memungkinkan

London – Kompetisi sepak bola di Inggris resmi ditunda hingga batas waktu yang tak ditentukan. Alhasil, Premier League, EFL, dan Barclays FA Women’s Super League baru akan berlanjut jika pandemi virus corona bisa teratasi.

Premier League dan kompetisi di Inggris awalnya ditunda pada 13 Maret dan bakal kembali bergulir pada 3 April 2020. Namun, akibat penyebaran virus corona yang semakin masif di Inggris, masa libur diperpanjang sampai 30 April mendatang.

Sayangnya, Liga Inggris tidak akan berlangsung pada awal Mei 2020. Setelah melakukan pertemuan melalui teleconference pada Jumat (3/4/2020), ke-20 klub Premier League sepakat untuk menunda liga hingga pandemi virus corona berakhir.

“Diputuskan bahwa Premier League tidak akan dilanjutkan pada awal Mei – dan musim 2019-2020 hanya akan kembali bergulir ketika semuanya dalam kondisi aman dan tepat untuk melakukannya,” bunyi pernyataan resmi Premier League.

“Tanggal dimulainya Premier League sedang ditinjau dengan semua pemangku kepentingan, sebagai dampak pandemi COVID-19 yang terus berkembang dan kami bekerja sama untuk melewati waktu yang sangat menantang ini,” lanjut pernyataan Premier League.

Kompetisi Lainnya Juga Terhenti

Bukan hanya Premier League, kompetisi lainnya yakni English Football League (Divisi Championship, League One, League Two), Barclays FA Women’s Super League, dan FA Women’s Championship harus dihentikan sampai batas waktu tidak ditentukan.

“Sepak bola berkomitmen dalam mendukung upaya Pemerintah Inggris dalam menanggulangi wabah COVID-19 dan menggelar pertandingan sepak bola di negara ini. Jelas melangsungkan laga adalah sesuatu yang tidak bisa terjadi saat ini,” bunyi pernyataan EFL.

“Situasi akan terus ditinjau dengan pertandingan hanya kembali pada titik yang sesuai, dan berdasarkan pedoman terbaru yang diberikan oleh Pemerintah Inggris dan otoritas kesehatan.”

Sumber: Sky Sports

Comment here