Berita Olahraga Terbaru

Pelaku Tayangan Ilegal Liga Inggris di Indonesia Terus Diburu

Premier

Pemegang hak siar  – Liga Inggris di wilayah Indonesia dan Timor Leste untuk musim 2019-2020 hingga 2021-22, PT Global Media Visual ( MOLA TV) terus mengejar dugaan-dugaan pelanggaran hak atas tayangan Premier League.

Hal ini karena maraknya kasus pelanggaran hak atas kekayaan intelektual di Indonesia yang telah meresahkan banyak pihak. Berbagai macam pelanggaran yang dimaksud antara lain illegal streaming, penyiaran/distribusi siaran secara ilegal oleh TV kabel daerah (local cable operator), kegiatan nonton bareng (nobar), penjualan Android box, IPTV, hingga fly ticket.

Semua itu terkait dengan tayangan Liga Inggris, yang dilakukan tanpa izin tertulis MOLA TV. Oleh karena itu, MOLA TV telah mengambil langkah tegas dengan melaporkan berbagai dugaan pelanggaran hak atas kekayaan intelektual yang kemudian telah ditindaklanjuti aparat penegak hukum.

Sosialisasi serta Tindakan

 

Pada Rabu (18/12/2019), MOLA TV dengan didampingi tim kuasa hukum bersama aparat penegak hukum melakukan sidak terhadap para terduga pelaku illegal streaming. Para terduga itu di antaranya adalah www.koragoll.com, www.tvxoe.com, www.shootgol.net, www.tvball7.com, www.tvball7.xyz, www.bosball.com, dan www.indiostv.com di berbagai daerah di Jakarta dan Jawa Barat.

Aparat pun telah mengamankan beberapa barang bukti seperti perangkat PC yang digunakan para terduga dan bukti transaksi keuangan akibat aktivitas ilegal mereka tersebut. Kepada wartawan, tim kuasa hukum MOLA TV menerangkan bahwa upaya hukum terpaksa diambil karena pihak MOLA TV telah beritikad baik dengan mengumumkan perihal hak atas tayangan siaran Liga Inggris tersebut di surat kabar nasional.

Mereka juga telah melakukan sosialisasi serta melakukan pendekatan persuasif kepada khalayak umum secara intensif hingga memberikan peringatan kepada pihak-pihak yang diduga melakukan pelanggaran. Akan tetapi, upaya-upaya sebagaimana disebutkan di atas tetap diabaikan.

“Kami sudah bersikap kooperatif dan melakukan upaya persuasif, namun mereka tetap melanggar. Terpaksa kami harus tegas. Langkah ini sebagai bukti bahwa kami tidak mau neko-neko terkait penegakan hukum,” kata Uba Rialin kepada wartawan.

“Bukan hanya dari sisi pidana dan ekonomi, nama Indonesia juga bisa tercoreng karena kami sudah dipercaya untuk menjadi pemegang hak lisensi tunggal,” katanya.

Hukum yang Berlaku

“Pihak Liga Inggris kerap mendeteksi pelanggaran hak intelektual atas penayangannya di Indonesia dan mereka akan terus meningkatkan usaha mereka untuk menindak mereka yang melanggar hak intelektual ini,” tuturnya lagi. Pelaku pelanggaran, menurut Rialin, dapat dijerat Pasal 113 Ayat (3) jo. Pasal 9 huruf ayat (1) Undang-Undang No 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana maksimal hingga 4 (empat) tahun penjara dan denda hingga Rp 1.000.000.000 (satu miliar rupiah).

Lebih lanjut, tim kuasa hukum MOLA TV menyatakan bahwa selain illegal streaming, pihaknya juga sudah melaporkan sejumlah operator TV kabel di daerah yang ‘mencuri’ siaran (menayangkan konten) Liga Inggris tanpa izin tertulis dari MOLA TV ataupun tanpa bekerja sama secara resmi dengan MOLA TV.

Sama dengan pelaku illegal streaming, terhadap para operator TV kabel tersebut di atas, pihak MOLA TV sudah melayangkan somasi terlebih dahulu. Sayangnya, mereka tidak bersikap kooperatif.

“Perlu dipahami, kami bertindak sesuai prosedur karena pada dasarnya saat melayangkan somasi, kami sebenarnya membuka pintu dialog dan kerja sama. Ternyata mereka juga menganggap angin lalu,” ujar Rialin.

Upaya Penegakan Hukum

Pada kesempatan itu, Rialin mengingatkan pihak-pihak yang selama ini telah dan masih terus menayangkan siaran Liga Inggris secara ilegal atau tanpa izin tertulis dari MOLA TV untuk segera menghentikan kegiatannya.  Jika tidak, MOLA TV tidak akan segan-segan melakukan tindakan hukum.

Ditanya jumlah pelaku pelanggaran hak atas tayangan siaran Liga Primer Inggris, Rialin menyebut jumlahnya sangat banyak dan masif. “Angka persisnya saya lupa, tetapi kami sudah punya datanya. Jumlahnya bisa terus bertambah, sedang kami telaah,” kata pengacara ini. “Saya mensyukuri keseriusan aparat untuk melakukan penegakan hukum atas pelanggaran hak intelektual tayangan olahraga, apalagi sepertinya tindakan sidak kemarin merupakan awal dari yang nantinya akan menjadi kegiatan rutin atas pelanggaran yang ditemukan di Tanah Air,” lanjutnya. Kejahatan pembajakan atas konten Premier League bukan hanya terjadi di Indonesia.

Di negara-negara lain pun kasusnya sama, salah satunya di Thailand dan telah ditindak tegas oleh pihak Premier League sebagaimana dikutip dari artikel dengan judul “One Briton and a Thai national to pay over THB25million and handed suspended prison sentences totalling three-and-a-half-years”. Keduanya dituntut denda sebesar Rp 8 miliar dan hukuman penjara yang dapat mencapai 3 tahun dan 6 bulan apabila terbukti melanggar hak cipta penayangan siaran Liga Inggris.

Melalui situs resminya,Premier League menyatakan bahwa mereka secara intensif melakukan investigasi dan akan terus menindak pengelola situs streaming ilegal. Bahkan, mereka kini sudah membuka kantor di Singapura untuk khusus memerangi pelanggaran hak intelektual Liga Inggris di Asia Tenggara.

Mereka mengimbau masyarakat untuk melaporkan pembajakan dan pelanggaran hak intelektual Liga Inggris dengan mengirim email ke illegalstreaming@premierleague.com.

Comments (5)

  1. Pertandingan malam ini seru banget ya, meski tulisan yang dibuat lebih condong kepada tim sebelah, tapi pertandingan yang telah berlangsung tampak seru dan membuat kita bersemangat.

  2. Pertandingan malam ini seru banget ya, meski tulisan yang dibuat lebih condong kepada tim sebelah, tapi pertandingan yang telah berlangsung tampak seru dan membuat kita bersemangat.

  3. Could you add some articles about gambling or casino related. I think we need those kind information.

  4. Artikel yang anda tulis pada situs ini sifatnya sangat informatif dan membantu sekali. Saya sangat suka membaca tulisan anda. Keep it up.. Saya yakin, jika informasi yang anda tulis informatif seperti ini, akan sangat membantu para pembacanya.

  5. Por su parte el grupo Los Chikos del Maíz han respondido en su facebook en el que han agradecido a la sala el aguante ante dichas presiones, a las que hay que sumar según los valencianos misteriosas inspecciones (sanidad, medidas y dimensiones, puertas de emergencia…) y demás veladas amenazas por parte del Ayuntamiento. El pasado viernes, los seis sindicatos presentes en la Mesa Sectorial de Sanidad de la Comunidad de Madrid (SATSE,, Amyts, CSIT-UP, UGT y USAE) convocaron una huelga general el 2 y 27 de noviembre y 4 y 5 de diciembre en contra del plan privatizador de la Comunidad de Madrid. Recordó también que el presupuesto militar de Colombia es proporcionalmente de los más altos del mundo.

Comment here